Fakta Soal Bocah Meninggal Akibat Sound System

Seorang bocah asal Blitar berinisial KL yang berusia 9 tahun warna desa karangrejo kecamatan garum meninggal dunia akibat suara sound system hajatan tetangganya

hingga saat ini di duga karena korban menderita penyakit jantung hingga meninggal dunia saat sound system yang berbunyi keras berguncang,berikut ini fakta di balik meninggalnya bocah umur 9 tahun tersebut

Meninggal Saat Sound System Berbunyi Keras

KI ditemukan meninggal dunia saat tetangganya menggelar acara hajatan di depan rumahnya pada Senin 25 Februari 2019 sore.

Korban yang tengah asyik berada di depan sound system, terkejut lantaran sound system memutar lagu secara tiba-tiba dengan sangat keras.

Berasal dari Keluarga Keterbelakangan Mental

Kedua orangtua KI ternyata mengidap keterbelakangan mental, sang ayah yang mengalami keterbelakangan mental berusia 65 tahun, tak bekerja.

Sementara ibu korban yang berusia 60 tahun, meski mengalami keterbelakangan mental ia kerap bekerja membantu tetangganya yang membutuhkan tenaganya. Jadi para tetangganya memberikan imbalan dari tenaga yang dilakukannya.

Bahkan Kapolsek Garum AKP Rusmin mengungkapkan bila kakak perempuan korban sudah sejak lama hilang dan hingga kini belum ditemukan.

“Kakaknya itu juga mengalami ya begitu, keterbelakangan mental atau berkebutuhan khusus sampai sekarang hilang belum ketemu,” tambah Rusmin.

Diduga Korban Mengidap Serangan Jantung

Dari hasil pemeriksaan medis tim Puskesmas Garum dan tim identifikasi Polres Blitar diperoleh dugaan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat sakit jantung.

“Berdasarkan hasil visum luar, korban diduga menderita serangan jantung dan dimungkinkan punya penyakit dalam lainnya,” beber Kapolsek Garum AKP Rusmin

Pernah Tidak Naik Kelas

KI bocah perokok aktif yang meninggal dunia akibat suara sound system hajatan ternyata pernah tidak naik kelas dua kali.

Baca juga   Ini Kesaksian warganet Soal Penganiaya Audrey

Hal ini terlihat dari kejanggalan dirinya, di memasuki 10 tahun ia baru kelas 2 sekolah dasar. KI ternyata dua kali tak naik kelas.

“Infonya korban ini pernah tidak naik kelas dua kali. Makanya mau umur 10 tahun tapi masih kelas 2 SD,” ucap AKP Rusmin.

Keluarga Korban Menolak Autopsi

Kematian KI bocah 9 tahun akibat suara sound system hajatan tetangganya, diikhlaskan oleh pihak keluarganya. Bahkan keluarga korban menolak dilakukan autopsi di rumah sakit dan menganggap sebagai musibah. Jasad KI sendiri sudah dimakamkan pada Senin malam 25 Februari 2019.

“Keluarga mengikhlaskan kematian korban. Dan tidak menghendaki diautopsi. Kita buatkan surat pernyataan bermaterai jika tidak akan menggugat pihak manapun,” tutur Rusmin.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: